Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia
Mengenal Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya"
- Ir. Soekarno
Bab 1
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Bab 2
Kerajaan Islam di Nusantara
Bab 3
Masa Penjajahan di Indonesia
Bab 4
Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Tentang Buku Ini
Buku Sejarah Indonesia ini dirancang untuk membantu siswa memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia dari masa kerajaan Hindu-Buddha, masa kerajaan Islam, masa penjajahan, hingga perjuangan meraih kemerdekaan.
Dengan mempelajari sejarah, kita dapat menghargai perjuangan para pendahulu kita dan memahami identitas bangsa Indonesia yang kaya akan budaya dan peradaban.
Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Masa keemasan peradaban Indonesia dimulai dengan berdirinya kerajaan-kerajaan besar bercorak Hindu-Buddha.
1. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia sekitar abad ke-1 Masehi melalui jalur perdagangan dan pelayaran. Pedagang dari India membawa tidak hanya barang dagangan, tetapi juga budaya, agama, dan sistem pemerintahan.
Teori Masuknya Hindu-Buddha
2. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha
Kerajaan Kutai
Lokasi: Kalimantan Timur (Muara Kaman)
Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Raja terkenalnya adalah Mulawarman yang dikenal sebagai raja yang dermawan.
Bukti: Prasasti Yupa (7 prasasti) yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa
Kerajaan Tarumanegara
Lokasi: Jawa Barat (sekitar Jakarta dan Bogor)
Raja terkenal: Purnawarman yang dikenal sebagai raja yang kuat dan sakti. Ia membangun saluran air sepanjang 11 km untuk mengairi sawah (Prasasti Tugu).
Bukti: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Tugu
Kerajaan Sriwijaya
Lokasi: Sumatera Selatan (Palembang)
Kerajaan maritim Buddha yang sangat kuat menguasai jalur perdagangan Selat Malaka. Menjadi pusat pendidikan Buddha yang dikunjungi oleh biksu dari berbagai negara, termasuk I-Tsing dari Tiongkok.
Raja Terkenal: Balaputradewa
Kerajaan Mataram Kuno
Lokasi: Jawa Tengah
Kerajaan besar yang membangun Candi Borobudur (Buddha) dan Candi Prambanan (Hindu). Mencapai kejayaan di bawah Raja Dharmawangsa dan Airlangga.
Raja Terkenal: Rakai Pikatan, Dharmawangsa, Airlangga
Kerajaan Majapahit
Lokasi: Jawa Timur (Trowulan)
Kerajaan Hindu terbesar di Nusantara yang wilayahnya meliputi hampir seluruh kepulauan Indonesia. Mencapai puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapanya.
Raja Terkenal: Raden Wijaya (pendiri), Hayam Wuruk, Mahapatih Gajah Mada
3. Peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha
Candi Borobudur
Candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada masa Wangsa Syailendra, abad ke-8 Masehi
Candi Prambanan
Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa)
Kitab Negarakertagama
Kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada masa Majapahit, menggambarkan kejayaan kerajaan
Kitab Sutasoma
Kitab karya Mpu Tantular yang memuat semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"
Kuis Pemahaman
Siapa raja Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapanya?
Kerajaan Islam di Nusantara
Sejak abad ke-13, Islam mulai masuk dan berkembang pesat di Nusantara membentuk kerajaan-kerajaan Islam yang besar.
1. Masuknya Islam ke Indonesia
Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 Masehi melalui jalur perdagangan, namun baru berkembang pesat pada abad ke-13. Penyebaran Islam dilakukan secara damai oleh para pedagang dan ulama.
Jalur Masuknya Islam
2. Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara
Kesultanan Samudra Pasai
Lokasi: Aceh (Sumatera Utara)
Kerajaan Islam pertama di Indonesia. Menjadi pusat penyebaran Islam di Nusantara dan pusat perdagangan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang internasional.
Sultan Terkenal: Sultan Malik as-Saleh (pendiri), Sultan Malik az-Zahir
Kesultanan Demak
Lokasi: Jawa Tengah
Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah. Berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa melalui para Wali Songo. Membangun Masjid Agung Demak yang terkenal.
Sultan Terkenal: Raden Patah (pendiri), Sultan Trenggono
Kesultanan Banten
Lokasi: Banten (Jawa Barat)
Kerajaan Islam yang menjadi pusat perdagangan lada terbesar di Nusantara. Memiliki armada laut yang kuat dan menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara Eropa dan Asia.
Sultan Terkenal: Maulana Hasanuddin (pendiri), Sultan Ageng Tirtayasa
Kesultanan Mataram Islam
Lokasi: Jawa Tengah (Kotagede, Yogyakarta)
Kerajaan Islam terbesar di Jawa yang menguasai hampir seluruh Pulau Jawa. Mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung yang mengembangkan sistem pemerintahan, militer, dan kebudayaan Jawa-Islam.
Sultan Terkenal: Panembahan Senopati (pendiri), Sultan Agung
Kesultanan Ternate dan Tidore
Lokasi: Maluku
Dua kesultanan kembar yang menguasai perdagangan rempah-rempah (cengkeh dan pala) di Maluku. Wilayahnya meliputi kepulauan Maluku, Papua, dan sebagian Sulawesi.
Sultan Terkenal: Sultan Baabullah (Ternate), Sultan Nuku (Tidore)
3. Wali Songo - Penyebar Islam di Jawa
Wali Songo adalah sembilan ulama besar yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan ke-16 dengan cara yang damai dan bijaksana, memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal.
Kuis Pemahaman
Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah...
Masa Penjajahan di Indonesia
Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang oleh bangsa Eropa selama lebih dari 350 tahun.
1. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
Bangsa Eropa datang ke Indonesia dengan tujuan awal mencari rempah-rempah (Gold, Glory, Gospel). Rempah-rempah Indonesia seperti cengkeh, pala, dan lada sangat mahal di Eropa.
Urutan Kedatangan Bangsa Eropa
2. Masa Penjajahan Belanda
VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie)
Belanda mendirikan VOC, perusahaan dagang yang memiliki hak istimewa (hak monopoli, mencetak uang, membentuk tentara, mengadakan perjanjian). VOC menerapkan berbagai kebijakan kejam untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.
Kebijakan Kejam: Pelayaran Hongi, Ekstirpasi (pemusnahan tanaman rempah), Verplichte Leverantie (penyerahan wajib)
Masa Pemerintahan Belanda
Setelah VOC bangkrut (1799), Indonesia dikuasai langsung oleh pemerintah Belanda. Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811) membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan untuk pertahanan, namun memakan banyak korban jiwa.
Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) dibangun dengan kerja paksa yang memakan banyak korban
Pemerintahan Inggris di Indonesia
Ketika Belanda dikuasai Prancis, Inggris menguasai Indonesia. Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal yang menerapkan kebijakan liberal (sistem sewa tanah). Raffles juga menemukan Candi Borobudur dan menulis buku "History of Java".
Cultuurstelsel (Tanam Paksa)
Gubernur Jenderal Van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. Rakyat dipaksa menanam tanaman ekspor (kopi, tebu, nila) untuk keuntungan Belanda. Sistem ini menyebabkan kelaparan dan kemiskinan.
Dampak: Kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan rakyat sangat parah
Politik Etis (Balas Budi)
Setelah kritik keras terhadap penderitaan rakyat Indonesia, Belanda menerapkan Politik Etis dengan tiga program utama: Irigasi, Edukasi, Transmigrasi. Namun dalam praktiknya tidak sepenuhnya menguntungkan rakyat Indonesia.
3. Perlawanan Rakyat terhadap Penjajah
Rakyat Indonesia tidak tinggal diam menghadapi penjajahan. Berbagai perlawanan terjadi di seluruh nusantara:
Perang Diponegoro (1825-1830)
Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan terhadap Belanda di Jawa. Perang ini berlangsung 5 tahun dan merupakan perang terbesar melawan Belanda.
Perang Padri (1821-1837)
Dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat melawan Belanda untuk mempertahankan ajaran Islam yang murni.
Perang Aceh (1873-1904)
Rakyat Aceh dengan Sultan dan ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Cut Meutia melawan Belanda selama lebih dari 30 tahun.
Perang Bali (1846-1849)
Perlawanan rakyat Bali dengan sistem Puputan (perang habis-habisan) melawan Belanda untuk mempertahankan kehormatan.
4. Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
Jepang menduduki Indonesia selama 3,5 tahun (1942-1945) setelah mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia II. Meskipun hanya singkat, penjajahan Jepang sangat kejam dan menyengsarakan rakyat.
Kebijakan Jepang yang Menyengsarakan
Namun di sisi lain, Jepang juga memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk membentuk organisasi militer seperti PETA (Pembela Tanah Air) dan Heiho yang kelak menjadi cikal bakal TNI.
Kuis Pemahaman
Sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) diterapkan oleh...
Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Perjuangan panjang rakyat Indonesia akhirnya membuahkan hasil dengan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
1. Organisasi Pergerakan Nasional
Awal abad ke-20 muncul organisasi-organisasi modern yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang lebih terorganisir:
Budi Utomo
Organisasi modern pertama di Indonesia yang didirikan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. Sutomo. Tanggal 20 Mei 1908 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Sarekat Islam (SI)
Didirikan oleh H. Samanhudi dan H.O.S. Tjokroaminoto. Organisasi massa terbesar pada masanya dengan jutaan anggota, memperjuangkan kepentingan pedagang pribumi.
Indische Partij
Didirikan oleh Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Ki Hajar Dewantara, dan Cipto Mangunkusumo (Tiga Serangkai). Partai pertama yang menuntut kemerdekaan Indonesia.
Perserikatan Nasional Indonesia (PNI)
Didirikan oleh Ir. Soekarno dengan semboyan "Indonesia Merdeka". Organisasi yang tegas menuntut kemerdekaan penuh dari Belanda dengan basis massa yang kuat.
2. Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)
Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan pemuda Indonesia dari berbagai daerah, suku, dan agama dalam satu tujuan: Indonesia Merdeka.
Isi Sumpah Pemuda
Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertanah air yang satu, tanah air Indonesia
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Pada kongres ini juga diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" ciptaan W.R. Supratman untuk pertama kalinya
3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Peristiwa Rengasdengklok
Golongan muda (Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana) membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk mendesak segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu Jepang.
Proklamasi Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, Ir. Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Teks proklamasi ditulis oleh Soekarno, Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo di rumah Laksamana Maeda malam sebelumnya.
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja."
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno - Hatta
Pembentukan Negara
PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengesahkan UUD 1945 dan memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
4. Pahlawan Kemerdekaan
Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban jiwa dan raga:
Kuis Pemahaman
Kapan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya?