Selamat Datang di SMATAS GENTENG

Sekolah menengah atas terdepan yang mengutamakan prestasi akademik dan pembentukan karakter islami

Prestasi Akademik Terdepan

Kurikulum berkualitas dengan metode pembelajaran inovatif untuk masa depan yang gemilang

Karakter Islami Terpuji

Membentuk generasi berakhlak mulia dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Bergabunglah dengan keluarga besar SMATAS GENTENG dan wujudkan masa depan cemerlang Anda

Jadwal Pendaftaran

Gelombang 1: Jan - Mar 2024
Gelombang 2: Apr - Jun 2024
Gelombang 3: Jul - Agu 2024

Syarat Pendaftaran

Ijazah SMP/MTs atau surat keterangan lulus
Fotocopy KK dan Akta Kelahiran
Pas foto 3x4 (6 lembar)
Surat keterangan sehat
Formulir pendaftaran

Biaya Pendaftaran

GRATIS
Biaya Pendaftaran

SPP/Bulan: GRATIS

Uang Pangkal: GRATIS

Seragam & Buku: GRATIS

*Tersedia program beasiswa

Alur Pendaftaran PPDB

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mendaftar

1

Daftar Online

Isi formulir pendaftaran online di website resmi

2

Verifikasi Berkas

Datang ke sekolah untuk verifikasi dokumen

3

Tes Masuk

Mengikuti tes akademik dan wawancara

4

Pengumuman

Pengumuman hasil seleksi dan daftar ulang

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di (0333) 123-4567 atau kunjungi langsung ke sekolah

Visi Kami

Menjadi sekolah unggul yang menghasilkan generasi berakhlak mulia dan berprestasi

Akademik Unggul

Kurikulum terdepan dengan metode pembelajaran inovatif untuk mengembangkan potensi akademik siswa

Karakter Islami

Pembentukan akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari

Masa Depan Cerah

Mempersiapkan siswa untuk meraih kesuksesan di perguruan tinggi dan karir masa depan

Program Unggulan

Berbagai program untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal

Program MIPA

Fokus pada Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan laboratorium lengkap

Program IPS

Ilmu Pengetahuan Sosial dengan pendekatan kontekstual dan praktis

Program Bahasa

Penguasaan bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab untuk komunikasi global

Tahfidz Quran

Program menghafal Al-Quran dengan metode yang efektif dan menyenangkan

Ekstrakurikuler

Beragam kegiatan seni, olahraga, dan organisasi untuk pengembangan bakat

IT & Digital

Pembelajaran teknologi informasi dan keterampilan digital masa depan

Hubungi Kami

Kami siap membantu Anda untuk informasi lebih lanjut

Alamat

Jl. Diponegoro No.16, Dusun Krajan, Genteng Kulon, Kec. Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68465

Telepon

(0333) 123-4567

Email

info@smatasgenteng.sch.id

Jam Operasional

Senin - Jumat: 07:00 - 16:00 WIB
Sabtu: 07:00 - 12:00 WIB

Lokasi Sekolah

Temukan kami di peta interaktif

SMA TAMAN SISWA GENTENG

Jl. Diponegoro No.16, Genteng Kulon, Banyuwangi

RSUD Genteng Wetan
Pasar Genteng Kolon / Terminal Lama
Masjid Al-Ikhlas
Lokasi Terdekat
SMA TAMAN SISWA GENTENG
RSUD Genteng Wetan
Pasar Genteng / Terminal Lama
Masjid
Klik marker untuk informasi detail

Sejarah Indonesia

Sejarah Indonesia

Mengenal Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya"

- Ir. Soekarno

Bab 1

Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Bab 2

Kerajaan Islam di Nusantara

Bab 3

Masa Penjajahan di Indonesia

Bab 4

Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Tentang Buku Ini

Buku Sejarah Indonesia ini dirancang untuk membantu siswa memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia dari masa kerajaan Hindu-Buddha, masa kerajaan Islam, masa penjajahan, hingga perjuangan meraih kemerdekaan.

Dengan mempelajari sejarah, kita dapat menghargai perjuangan para pendahulu kita dan memahami identitas bangsa Indonesia yang kaya akan budaya dan peradaban.

BAB 1

Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Masa keemasan peradaban Indonesia dimulai dengan berdirinya kerajaan-kerajaan besar bercorak Hindu-Buddha.

1. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia

Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia sekitar abad ke-1 Masehi melalui jalur perdagangan dan pelayaran. Pedagang dari India membawa tidak hanya barang dagangan, tetapi juga budaya, agama, dan sistem pemerintahan.

Teori Masuknya Hindu-Buddha

Teori Brahmana: Agama Hindu-Buddha dibawa oleh kaum Brahmana (pendeta) dari India
Teori Ksatria: Dibawa oleh kaum Ksatria (bangsawan/prajurit) yang menikah dengan putri raja lokal
Teori Waisya: Dibawa oleh kaum Waisya (pedagang) melalui jalur perdagangan
Teori Arus Balik: Orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk belajar dan kembali membawa ajaran tersebut

2. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha

400 M

Kerajaan Kutai

Lokasi: Kalimantan Timur (Muara Kaman)

Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Raja terkenalnya adalah Mulawarman yang dikenal sebagai raja yang dermawan.

Bukti: Prasasti Yupa (7 prasasti) yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa

450 M

Kerajaan Tarumanegara

Lokasi: Jawa Barat (sekitar Jakarta dan Bogor)

Raja terkenal: Purnawarman yang dikenal sebagai raja yang kuat dan sakti. Ia membangun saluran air sepanjang 11 km untuk mengairi sawah (Prasasti Tugu).

Bukti: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Tugu

650 M

Kerajaan Sriwijaya

Lokasi: Sumatera Selatan (Palembang)

Kerajaan maritim Buddha yang sangat kuat menguasai jalur perdagangan Selat Malaka. Menjadi pusat pendidikan Buddha yang dikunjungi oleh biksu dari berbagai negara, termasuk I-Tsing dari Tiongkok.

Raja Terkenal: Balaputradewa

732 M

Kerajaan Mataram Kuno

Lokasi: Jawa Tengah

Kerajaan besar yang membangun Candi Borobudur (Buddha) dan Candi Prambanan (Hindu). Mencapai kejayaan di bawah Raja Dharmawangsa dan Airlangga.

Raja Terkenal: Rakai Pikatan, Dharmawangsa, Airlangga

1293 M

Kerajaan Majapahit

Lokasi: Jawa Timur (Trowulan)

Kerajaan Hindu terbesar di Nusantara yang wilayahnya meliputi hampir seluruh kepulauan Indonesia. Mencapai puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapanya.

Raja Terkenal: Raden Wijaya (pendiri), Hayam Wuruk, Mahapatih Gajah Mada

3. Peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha

Candi Borobudur

Candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada masa Wangsa Syailendra, abad ke-8 Masehi

Candi Prambanan

Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa)

Kitab Negarakertagama

Kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada masa Majapahit, menggambarkan kejayaan kerajaan

Kitab Sutasoma

Kitab karya Mpu Tantular yang memuat semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"

Kuis Pemahaman

Siapa raja Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapanya?

BAB 2

Kerajaan Islam di Nusantara

Sejak abad ke-13, Islam mulai masuk dan berkembang pesat di Nusantara membentuk kerajaan-kerajaan Islam yang besar.

1. Masuknya Islam ke Indonesia

Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 Masehi melalui jalur perdagangan, namun baru berkembang pesat pada abad ke-13. Penyebaran Islam dilakukan secara damai oleh para pedagang dan ulama.

Jalur Masuknya Islam

Jalur Perdagangan: Dibawa oleh pedagang Arab, Persia, Gujarat, dan Tiongkok Muslim
Jalur Pernikahan: Melalui pernikahan antara pedagang Muslim dengan penduduk lokal
Jalur Tasawuf: Disebarkan oleh para sufi dan ulama melalui pendekatan spiritual
Jalur Pendidikan: Melalui pesantren dan pengajian yang didirikan oleh para ulama

2. Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara

1267 M

Kesultanan Samudra Pasai

Lokasi: Aceh (Sumatera Utara)

Kerajaan Islam pertama di Indonesia. Menjadi pusat penyebaran Islam di Nusantara dan pusat perdagangan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang internasional.

Sultan Terkenal: Sultan Malik as-Saleh (pendiri), Sultan Malik az-Zahir

1500 M

Kesultanan Demak

Lokasi: Jawa Tengah

Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah. Berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa melalui para Wali Songo. Membangun Masjid Agung Demak yang terkenal.

Sultan Terkenal: Raden Patah (pendiri), Sultan Trenggono

1496 M

Kesultanan Banten

Lokasi: Banten (Jawa Barat)

Kerajaan Islam yang menjadi pusat perdagangan lada terbesar di Nusantara. Memiliki armada laut yang kuat dan menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara Eropa dan Asia.

Sultan Terkenal: Maulana Hasanuddin (pendiri), Sultan Ageng Tirtayasa

1582 M

Kesultanan Mataram Islam

Lokasi: Jawa Tengah (Kotagede, Yogyakarta)

Kerajaan Islam terbesar di Jawa yang menguasai hampir seluruh Pulau Jawa. Mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung yang mengembangkan sistem pemerintahan, militer, dan kebudayaan Jawa-Islam.

Sultan Terkenal: Panembahan Senopati (pendiri), Sultan Agung

1520 M

Kesultanan Ternate dan Tidore

Lokasi: Maluku

Dua kesultanan kembar yang menguasai perdagangan rempah-rempah (cengkeh dan pala) di Maluku. Wilayahnya meliputi kepulauan Maluku, Papua, dan sebagian Sulawesi.

Sultan Terkenal: Sultan Baabullah (Ternate), Sultan Nuku (Tidore)

3. Wali Songo - Penyebar Islam di Jawa

Wali Songo adalah sembilan ulama besar yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan ke-16 dengan cara yang damai dan bijaksana, memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal.

1. Maulana Malik Ibrahim - Wali pertama, tokoh penting penyebaran Islam awal di Jawa (Gresik)
2. Sunan Ampel - Tokoh sentral Wali Songo, mendirikan pesantren di Surabaya
3. Sunan Giri - Ahli tasawuf dan pendiri Pesantren Giri (Gresik)
4. Sunan Bonang - Pencipta gamelan dan tembang Jawa bernuansa Islam
5. Sunan Drajat - Fokus pada kesejahteraan rakyat miskin (Lamongan)
6. Sunan Kudus - Membangun Menara Kudus, memadukan arsitektur Islam-Hindu
7. Sunan Muria - Menyebarkan Islam di pedesaan dengan pendekatan rakyat
8. Sunan Kalijaga - Menggunakan kesenian wayang dan gamelan untuk dakwah
9. Sunan Gunung Jati - Pendiri Kesultanan Cirebon dan Banten

Kuis Pemahaman

Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah...

BAB 3

Masa Penjajahan di Indonesia

Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang oleh bangsa Eropa selama lebih dari 350 tahun.

1. Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Bangsa Eropa datang ke Indonesia dengan tujuan awal mencari rempah-rempah (Gold, Glory, Gospel). Rempah-rempah Indonesia seperti cengkeh, pala, dan lada sangat mahal di Eropa.

Urutan Kedatangan Bangsa Eropa

1. Portugis (1509): Pertama tiba di Malaka, kemudian Maluku untuk monopoli rempah-rempah
2. Spanyol (1521): Tiba di Maluku setelah ekspedisi Magellan mengelilingi dunia
3. Belanda (1596): Cornelis de Houtman tiba di Banten, kemudian mendirikan VOC (1602)
4. Inggris (1600): Mendirikan EIC (East India Company), bersaing dengan VOC

2. Masa Penjajahan Belanda

1602

VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie)

Belanda mendirikan VOC, perusahaan dagang yang memiliki hak istimewa (hak monopoli, mencetak uang, membentuk tentara, mengadakan perjanjian). VOC menerapkan berbagai kebijakan kejam untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.

Kebijakan Kejam: Pelayaran Hongi, Ekstirpasi (pemusnahan tanaman rempah), Verplichte Leverantie (penyerahan wajib)

1800

Masa Pemerintahan Belanda

Setelah VOC bangkrut (1799), Indonesia dikuasai langsung oleh pemerintah Belanda. Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811) membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan untuk pertahanan, namun memakan banyak korban jiwa.

Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) dibangun dengan kerja paksa yang memakan banyak korban

1811-1816

Pemerintahan Inggris di Indonesia

Ketika Belanda dikuasai Prancis, Inggris menguasai Indonesia. Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal yang menerapkan kebijakan liberal (sistem sewa tanah). Raffles juga menemukan Candi Borobudur dan menulis buku "History of Java".

1830-1870

Cultuurstelsel (Tanam Paksa)

Gubernur Jenderal Van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. Rakyat dipaksa menanam tanaman ekspor (kopi, tebu, nila) untuk keuntungan Belanda. Sistem ini menyebabkan kelaparan dan kemiskinan.

Dampak: Kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan rakyat sangat parah

1901

Politik Etis (Balas Budi)

Setelah kritik keras terhadap penderitaan rakyat Indonesia, Belanda menerapkan Politik Etis dengan tiga program utama: Irigasi, Edukasi, Transmigrasi. Namun dalam praktiknya tidak sepenuhnya menguntungkan rakyat Indonesia.

3. Perlawanan Rakyat terhadap Penjajah

Rakyat Indonesia tidak tinggal diam menghadapi penjajahan. Berbagai perlawanan terjadi di seluruh nusantara:

Perang Diponegoro (1825-1830)

Pangeran Diponegoro memimpin perlawanan terhadap Belanda di Jawa. Perang ini berlangsung 5 tahun dan merupakan perang terbesar melawan Belanda.

Perang Padri (1821-1837)

Dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat melawan Belanda untuk mempertahankan ajaran Islam yang murni.

Perang Aceh (1873-1904)

Rakyat Aceh dengan Sultan dan ulama seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Cut Meutia melawan Belanda selama lebih dari 30 tahun.

Perang Bali (1846-1849)

Perlawanan rakyat Bali dengan sistem Puputan (perang habis-habisan) melawan Belanda untuk mempertahankan kehormatan.

4. Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Jepang menduduki Indonesia selama 3,5 tahun (1942-1945) setelah mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia II. Meskipun hanya singkat, penjajahan Jepang sangat kejam dan menyengsarakan rakyat.

Kebijakan Jepang yang Menyengsarakan

Romusha: Kerja paksa untuk membangun jalan, jembatan, dan benteng pertahanan dengan kondisi sangat buruk
Jugun Ianfu: Pemaksaan wanita Indonesia menjadi budak pekerja paksa dan penghibur tentara Jepang
Tanam Paksa: Rakyat dipaksa menanam jarak untuk bahan bakar perang Jepang
Sumber Daya: Jepang menguras kekayaan alam Indonesia untuk keperluan perang

Namun di sisi lain, Jepang juga memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk membentuk organisasi militer seperti PETA (Pembela Tanah Air) dan Heiho yang kelak menjadi cikal bakal TNI.

Kuis Pemahaman

Sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) diterapkan oleh...

BAB 4

Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Perjuangan panjang rakyat Indonesia akhirnya membuahkan hasil dengan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

1. Organisasi Pergerakan Nasional

Awal abad ke-20 muncul organisasi-organisasi modern yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang lebih terorganisir:

1908

Budi Utomo

Organisasi modern pertama di Indonesia yang didirikan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. Sutomo. Tanggal 20 Mei 1908 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

1911

Sarekat Islam (SI)

Didirikan oleh H. Samanhudi dan H.O.S. Tjokroaminoto. Organisasi massa terbesar pada masanya dengan jutaan anggota, memperjuangkan kepentingan pedagang pribumi.

1920

Indische Partij

Didirikan oleh Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Ki Hajar Dewantara, dan Cipto Mangunkusumo (Tiga Serangkai). Partai pertama yang menuntut kemerdekaan Indonesia.

1927

Perserikatan Nasional Indonesia (PNI)

Didirikan oleh Ir. Soekarno dengan semboyan "Indonesia Merdeka". Organisasi yang tegas menuntut kemerdekaan penuh dari Belanda dengan basis massa yang kuat.

2. Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)

Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan pemuda Indonesia dari berbagai daerah, suku, dan agama dalam satu tujuan: Indonesia Merdeka.

Isi Sumpah Pemuda

Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertanah air yang satu, tanah air Indonesia

Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Pada kongres ini juga diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" ciptaan W.R. Supratman untuk pertama kalinya

3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

16 Agustus

Peristiwa Rengasdengklok

Golongan muda (Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana) membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk mendesak segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu Jepang.

17 Agustus

Proklamasi Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, Ir. Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Teks proklamasi ditulis oleh Soekarno, Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo di rumah Laksamana Maeda malam sebelumnya.

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja."

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno - Hatta

18 Agustus

Pembentukan Negara

PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengesahkan UUD 1945 dan memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

4. Pahlawan Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban jiwa dan raga:

Ir. Soekarno: Proklamator dan Presiden pertama RI, tokoh pergerakan nasional
Drs. Mohammad Hatta: Proklamator dan Wakil Presiden pertama RI, Bapak Koperasi Indonesia
Jenderal Sudirman: Panglima Besar TNI yang memimpin perang gerilya melawan Belanda
Cut Nyak Dien: Pahlawan wanita Aceh yang gigih melawan Belanda
R.A. Kartini: Pahlawan emansipasi wanita Indonesia
Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia, pendiri Taman Siswa
Pangeran Diponegoro: Pemimpin Perang Jawa melawan Belanda
Sultan Hasanuddin: Ayam Jantan dari Timur, pahlawan dari Makassar

Kuis Pemahaman

Kapan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya?